Langsung ke konten utama
…..
Tanpa sadar mobil itupun mulai berjalan. Berjalan pelan, mantap, dan seperti penuh keyakinan.
Mobil itu berjalan membawa dua orang penumpang. Mereka mungkin punya misi dan visi yang sama.
Kemanakah tujuan mereka?
Mereka melaju perlahan berbekal keyakinan untuk menempuh suatu garis finish yang insyaallah sudah dijanjikan.
Perlahan…..dan semoga setiap perjalanan yang ditempuhnya, mereka semakin yakin dan dewasa. Mengambil bekal dijalan sebanyak mungkin untuk sesuatu yang sangat berharga nantinya…

Tapi satu hal …satu hal penting yang mereka tidak boleh lupakan…

Ternyata mereka belum mengantongi Surat Ijin mengemudi (SIM) dan STNK. Lalu bagaimana?
Mereka was-was pastinya. Takut. Berharap, dan cemas.

Inilah susahnya perjalanan tanpa SIM dan STNK. Walaupun tujuannya baik, tetap saja harus sangat berhati-hati. Salah sedikit bisa fatal akibatnya.

Semoga mereka dikaruniai keselamatan sampai titik finish. Semoga mereka dikaruniai kesabaran dalam mengarungi jalan yang berat dan terjal. Dan semoga mereka cepat mendapatkan SIM dan STNK, supaya perjalanan ini lebeih menentramkan, supaya lebih tenang dan lebih berkah 

…………………….

10 hari lagi Ramadhan akan segera pergi.
Sudah cukupkah bekal kita untuk mengarungi 11 bulan mendatang yang cukup panjang dan melelahkan?
Sudah cukup kuatkah hati kita melewati perjalanan yang sering menyakitkan dan mengecewakan?

Ya Allah….
Jika hati ini sebuah indikator asam basa, yang akan berubah warna jika kenetralannya hilang,.
Lekas ingatkanlah pemiliknya Ya Rabb, untuk selalu menjaga kenetralannya.

Jika hati ini sebuah tombol darurat yang berdering setiap ada kebakaran,
Lekas Bangunkan penghuninya kalau-kalau ia tertidur di saat marabahaya mengancam

Jika hati ini adalah sebuah piano, yang memiliki banyak nada indah namun harus selalu berjalan dengan sebuah dinamika dan keteraturan,
Ingatkan sang Pemain kalau-kalau dia memainkan nada yang salah sehingga suaranya jadi sumbang.

Jika hati ini adalah kolom-kolom yang merekam kualitas nada dan kepekakan nada pada membarana basilaris
Maka jagalah keteraturannya dalam menyampaikan sinyal saraf pada lobus temporal otak sehingga ia dapat mengidentifikasi warna nada yang indah 

“ ………….Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau Pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” ( QS. Al-Baqarah: 286)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love actually

(08022011) Love acually, adalah sebuah film kesayangan saya. Sangat-sangat menginspirasi. Tentang perjuangan untuk mengungkapkan kasih dan sayang secara jujur dan tulus. Sedikit cuplikan kata2 yang ada di opening LA, “ Bila sedih akan keadaan dunia, aku ingat gerbang kedatangan di bandara Heathrow. Menurut pendapat umum, kita hidup di dunia penuh kebencian dan ketamakan. Tapi aku tak melihatnya, tampaknya kasih ada dimana-mana. Mungkin terlalu sering tidak dihargai, tetapi kenyataannya memang selalu ada. Ayah dan puteranya, ibu dan puterinya, suami dan isterinya, kekasih dan teman lama. Saat pesawat menabrak menara kembar, setahuku tak ada telepon kebencian dan balas dendam dari penumpang, semuanya pesan kasih. Jika mencarinya, kau akan temukan bahwa sesungguhnya ada dimana-mana.” Sedihnya, ketika kasih sayang hanya diungkapkan ketika akan ada perpisahan, atau ketika jarak telah memisahkan dan baru ada kesempatan berjumpa kembali dan dalam waktu yang sangat panjang itu, kita baru t...

Last day

(08012011) -hari terakhir di rumah, anything gonna be changes?nothing!- Semalam saya memikirkan bagaimana kalau di hari terakhir besok saya membuat kroket dan puding coklat? Kemudian saya bingung, bagaimana kalau saya membuat pisang goreng isi coklat dan puding coklat saja? (mengingat saya tidak pernah bosan dengan yang namanya pisang)hehe Hmm…bingung,..bagaimana kalo ‘ lihat apa yg terjadi besok’? heh Taraaa…. Saya bangun kesiangan, hmm kebiasaan ngebo pas liburan, setelah sholat subuh saya tidur lagi, daaan baru bangun jam 9. Hehe..mau dapet apa jam 9 pergi ke pasar?andai saja rumah saya dekat dengan supermarket, saya bisa kapan saja pergi kesana tanpa harus bangun pagi2. Ahh, mengeluh saja. Lihat itu ibuk, apa pernah mengeluh, padahal tiap pagi harus ke pasar dan mengantarkan angga pergi sekolah. (1) Akhirnya saya memutuskan untuk membuat puding coklat dan pisang goreng isi coklat. Bahan2nya saya beli di minimarket dekat rumah. Puding coklatnya kemanisan,terlalu banyak sus...

lagi lagi, dibaca lagi...

aneh...mungkin.. jika aku dalam keadaan yg benar2 sadar, mungkin aneh luar biasa bukan berarti senang membaca sepenggal surat itu lagi.. bukan...bukan berarti rindu juga... tapi hanya ingin mengingatkan hati yang sebentarsebentar melambung.. bukan bermaksud juga untuk menyakiti hati.... hanya berharap kembali sadar.. sadar dengan apa yang sudah terjadi.. sadar dengan pedihnya luka yang pernah ada... hatiku, maafkan aku...lagi2 mengingatkanmmu akan hal yang tidak ingin kau ingat.. lagilagi mengingatkanmu pada luka yang pernah menganga.. lagilagi mengingatkanmu akan kesakitan yang pernah ada... bukan bermaksud menyakitimu...bukan...sekali lagi bukan... hanya tidak ingin kau jatuh lalu sakit lagi... karena engkau begitu baik, begitu mudah memaafkan begitu mudah tersentuh... sehingga... takut kalaukalau kau lupa pada yang dulu.. yang membuatmu terbenam.. yang membuatmu tenggelam... dan.. beruntunglah CahayaNya masih sampai padamu... hatihati ya Hati..