Langsung ke konten utama

...hai....

 I cant take off my eyes.
Suddenly i got an wa messenger from ibu, she is screencapturing  Instagramaccount which i have not followed yet, wkwkkw. But i know the person so deep.

Here, she was my cousin , (cousin  from my grondmom older sister).
We both, raised in the same rural areas, the close conflict, hmmm the merely age.

I call her, mbak, and insist to call mbak by her mother because of the hierarchy family, my grondmom is younger, so all of her children and grandson/ daughter set be "younger" no matter how older you were than your cousin

We , both , have similarity, our parents love to compared us.  I have been more prior than her on academic. I always get the top rank in my class. Oh yeah, she was my classmate too from preschool until elementary school ckckck
Don't you know? What the most hurt things the parents do to their children? Yes comparing.  Every body hates to be compared, they just want to be accepted no matter how bad they are. Comparing Will left the irritating feeling for long last of the person life.

And so she is,
On her caption she adressed a note (which i think) it.for my self...that she never want me as a rivalry.
She was wrote so clearly, but didnt she just recognized that she still in the Burden of rivalry for very long time, she still has a deep pain on childhood competition parenting?

I just want to say to you.
Just let it go,both of us.was a victim of parenting competition,stop this circle on us.
Deep from my heart, i want to apologize for my parent undirectly mistake, for just me, you see as your rival.

I never put you as my rival. Not because you were not my level. Just because i try so hard to make my parents proud on me,so i never put a rivalry to someone else. I just compete myself, saving my self. sometimes i took off my private happiness, like you.
So from now on, lets we choose our path, don't move because of your pain, just move because u want to live a life. ❤️



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love actually

(08022011) Love acually, adalah sebuah film kesayangan saya. Sangat-sangat menginspirasi. Tentang perjuangan untuk mengungkapkan kasih dan sayang secara jujur dan tulus. Sedikit cuplikan kata2 yang ada di opening LA, “ Bila sedih akan keadaan dunia, aku ingat gerbang kedatangan di bandara Heathrow. Menurut pendapat umum, kita hidup di dunia penuh kebencian dan ketamakan. Tapi aku tak melihatnya, tampaknya kasih ada dimana-mana. Mungkin terlalu sering tidak dihargai, tetapi kenyataannya memang selalu ada. Ayah dan puteranya, ibu dan puterinya, suami dan isterinya, kekasih dan teman lama. Saat pesawat menabrak menara kembar, setahuku tak ada telepon kebencian dan balas dendam dari penumpang, semuanya pesan kasih. Jika mencarinya, kau akan temukan bahwa sesungguhnya ada dimana-mana.” Sedihnya, ketika kasih sayang hanya diungkapkan ketika akan ada perpisahan, atau ketika jarak telah memisahkan dan baru ada kesempatan berjumpa kembali dan dalam waktu yang sangat panjang itu, kita baru t...

Last day

(08012011) -hari terakhir di rumah, anything gonna be changes?nothing!- Semalam saya memikirkan bagaimana kalau di hari terakhir besok saya membuat kroket dan puding coklat? Kemudian saya bingung, bagaimana kalau saya membuat pisang goreng isi coklat dan puding coklat saja? (mengingat saya tidak pernah bosan dengan yang namanya pisang)hehe Hmm…bingung,..bagaimana kalo ‘ lihat apa yg terjadi besok’? heh Taraaa…. Saya bangun kesiangan, hmm kebiasaan ngebo pas liburan, setelah sholat subuh saya tidur lagi, daaan baru bangun jam 9. Hehe..mau dapet apa jam 9 pergi ke pasar?andai saja rumah saya dekat dengan supermarket, saya bisa kapan saja pergi kesana tanpa harus bangun pagi2. Ahh, mengeluh saja. Lihat itu ibuk, apa pernah mengeluh, padahal tiap pagi harus ke pasar dan mengantarkan angga pergi sekolah. (1) Akhirnya saya memutuskan untuk membuat puding coklat dan pisang goreng isi coklat. Bahan2nya saya beli di minimarket dekat rumah. Puding coklatnya kemanisan,terlalu banyak sus...

lagi lagi, dibaca lagi...

aneh...mungkin.. jika aku dalam keadaan yg benar2 sadar, mungkin aneh luar biasa bukan berarti senang membaca sepenggal surat itu lagi.. bukan...bukan berarti rindu juga... tapi hanya ingin mengingatkan hati yang sebentarsebentar melambung.. bukan bermaksud juga untuk menyakiti hati.... hanya berharap kembali sadar.. sadar dengan apa yang sudah terjadi.. sadar dengan pedihnya luka yang pernah ada... hatiku, maafkan aku...lagi2 mengingatkanmmu akan hal yang tidak ingin kau ingat.. lagilagi mengingatkanmu pada luka yang pernah menganga.. lagilagi mengingatkanmu akan kesakitan yang pernah ada... bukan bermaksud menyakitimu...bukan...sekali lagi bukan... hanya tidak ingin kau jatuh lalu sakit lagi... karena engkau begitu baik, begitu mudah memaafkan begitu mudah tersentuh... sehingga... takut kalaukalau kau lupa pada yang dulu.. yang membuatmu terbenam.. yang membuatmu tenggelam... dan.. beruntunglah CahayaNya masih sampai padamu... hatihati ya Hati..