Langsung ke konten utama

gotta...

*dasar koas forensik!jam 9 sudah pulaaaaang :D

ini stase kedua saya selama menjadi DM.stase pertama radiologi.jadi tukang ketik. tp banyak juga kok belajar tentang rontgen. yang pada akhirnya saya menyadari bahwa untuk membaca,mengenal,mengerti,memahamisebuah foto rontgen dibutuhkan beribu2 kali mencermati foto rontgen. ternyata apa yang ditampilkan di buku2 teksbook ataupun e book, merupakan gambaran ideal yang memang sengaja untuk teaching. jauh di luar sana..sangat banyak gambaran yang sangat2 tidak ideal. itulah mengapa seorang DM masih butuh yg nmanya kepaniteraan klinik dan seorang PPDS menghabiskan waktu 4-5 tahun di rs untuk menekuni bidangnya.

stase pertama, banyak memberi saya pengertian dan pemahaman. jadi dokter ga bisa setengah2. banyak hal yg harus dikorbankan. uang,waktu,keluarga. seorang ppds paru yg kebetulan sdg stase di radio,harus rela jauh dari anaknya yg msh berumur 2 bulan. apakah ada yg berani bertanya tentang asi eksklusif kepadanya? apa dy tidak tahu ttg asi eksklusif?
begitulah kehidupan seorang dokter. terjal,berat. smg apa yg ikhlas kt korbankan,bernilai amal jariyah.amin

stase kedua. medical forensik. mengingatkan saya tentang kematian. bahwa kt begitu dekat rasanya dg waktu itu. pengalaman pertama autopsi (dan sampai sekarang msh jadi pengalaman pertama), membuat saya takut akan datangnya waku itu.hmmm,smg perasaan itu menuntun saya untuk mempersiapkan datangnya waktu itu. amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Love actually

(08022011) Love acually, adalah sebuah film kesayangan saya. Sangat-sangat menginspirasi. Tentang perjuangan untuk mengungkapkan kasih dan sayang secara jujur dan tulus. Sedikit cuplikan kata2 yang ada di opening LA, “ Bila sedih akan keadaan dunia, aku ingat gerbang kedatangan di bandara Heathrow. Menurut pendapat umum, kita hidup di dunia penuh kebencian dan ketamakan. Tapi aku tak melihatnya, tampaknya kasih ada dimana-mana. Mungkin terlalu sering tidak dihargai, tetapi kenyataannya memang selalu ada. Ayah dan puteranya, ibu dan puterinya, suami dan isterinya, kekasih dan teman lama. Saat pesawat menabrak menara kembar, setahuku tak ada telepon kebencian dan balas dendam dari penumpang, semuanya pesan kasih. Jika mencarinya, kau akan temukan bahwa sesungguhnya ada dimana-mana.” Sedihnya, ketika kasih sayang hanya diungkapkan ketika akan ada perpisahan, atau ketika jarak telah memisahkan dan baru ada kesempatan berjumpa kembali dan dalam waktu yang sangat panjang itu, kita baru t...

Last day

(08012011) -hari terakhir di rumah, anything gonna be changes?nothing!- Semalam saya memikirkan bagaimana kalau di hari terakhir besok saya membuat kroket dan puding coklat? Kemudian saya bingung, bagaimana kalau saya membuat pisang goreng isi coklat dan puding coklat saja? (mengingat saya tidak pernah bosan dengan yang namanya pisang)hehe Hmm…bingung,..bagaimana kalo ‘ lihat apa yg terjadi besok’? heh Taraaa…. Saya bangun kesiangan, hmm kebiasaan ngebo pas liburan, setelah sholat subuh saya tidur lagi, daaan baru bangun jam 9. Hehe..mau dapet apa jam 9 pergi ke pasar?andai saja rumah saya dekat dengan supermarket, saya bisa kapan saja pergi kesana tanpa harus bangun pagi2. Ahh, mengeluh saja. Lihat itu ibuk, apa pernah mengeluh, padahal tiap pagi harus ke pasar dan mengantarkan angga pergi sekolah. (1) Akhirnya saya memutuskan untuk membuat puding coklat dan pisang goreng isi coklat. Bahan2nya saya beli di minimarket dekat rumah. Puding coklatnya kemanisan,terlalu banyak sus...

lagi lagi, dibaca lagi...

aneh...mungkin.. jika aku dalam keadaan yg benar2 sadar, mungkin aneh luar biasa bukan berarti senang membaca sepenggal surat itu lagi.. bukan...bukan berarti rindu juga... tapi hanya ingin mengingatkan hati yang sebentarsebentar melambung.. bukan bermaksud juga untuk menyakiti hati.... hanya berharap kembali sadar.. sadar dengan apa yang sudah terjadi.. sadar dengan pedihnya luka yang pernah ada... hatiku, maafkan aku...lagi2 mengingatkanmmu akan hal yang tidak ingin kau ingat.. lagilagi mengingatkanmu pada luka yang pernah menganga.. lagilagi mengingatkanmu akan kesakitan yang pernah ada... bukan bermaksud menyakitimu...bukan...sekali lagi bukan... hanya tidak ingin kau jatuh lalu sakit lagi... karena engkau begitu baik, begitu mudah memaafkan begitu mudah tersentuh... sehingga... takut kalaukalau kau lupa pada yang dulu.. yang membuatmu terbenam.. yang membuatmu tenggelam... dan.. beruntunglah CahayaNya masih sampai padamu... hatihati ya Hati..