Langsung ke konten utama

Love actually

(08022011)
Love acually, adalah sebuah film kesayangan saya. Sangat-sangat menginspirasi. Tentang perjuangan untuk mengungkapkan kasih dan sayang secara jujur dan tulus. Sedikit cuplikan kata2 yang ada di opening LA,
“ Bila sedih akan keadaan dunia, aku ingat gerbang kedatangan di bandara Heathrow. Menurut pendapat umum, kita hidup di dunia penuh kebencian dan ketamakan. Tapi aku tak melihatnya, tampaknya kasih ada dimana-mana. Mungkin terlalu sering tidak dihargai, tetapi kenyataannya memang selalu ada. Ayah dan puteranya, ibu dan puterinya, suami dan isterinya, kekasih dan teman lama. Saat pesawat menabrak menara kembar, setahuku tak ada telepon kebencian dan balas dendam dari penumpang, semuanya pesan kasih. Jika mencarinya, kau akan temukan bahwa sesungguhnya ada dimana-mana.”
Sedihnya, ketika kasih sayang hanya diungkapkan ketika akan ada perpisahan, atau ketika jarak telah memisahkan dan baru ada kesempatan berjumpa kembali dan dalam waktu yang sangat panjang itu, kita baru tersadar bahwa kita telah meninggalkan kasih sayang di tempat lain dan belum sempat membalas.
Lebih sedih lagi, kalau kata sayang itu terlambat diucapkan.

Terkadang, kasih sayang sulit diungkapkan kepada orang yang paling dekat dengan kita, yang sudah merawat kita, yang kita pikir kasih sayang seperti yang mereka beri adalah kasih sayang yang mudah didapatkan di tempat lain, yang sungguh2 mudah memafkan kita tetapi kadang kita terlalu susah

memaafkannya, yaah…ayah dan ibu kita.
Sebuah buku yang pernah saya baca, kadang orang terdekat merupakan tempat sampah bagi kita untuk meluapkan segala keluh kesah bahkan tanpa tersadar kita terlalu sering memuntahinya dan membuatnya sangat-sangat terluka.
Sebenarnya, apa yang membuat kasih sayang itu sulit sekali diungkapkan untuk orang2 yang tanpa kita sadari sangat-sangat mencintai kita dan kita sebenarnya juga sanga-sangat mencintainya?
Menurut, wawancara dengan beberapa teman saya , alasannya karena kita terlalu gengsi. Karena kita terlalu takut mengakui bahwa kita begitu membutuhkan beliau, karena kita takut dengan kenyataan bahwa kita begitu mencintai mereka.
Benar, namun seringnya gengsi hanya akan membuat hati kita beku, hati kita seperti batu dan tanpa sadar kita telah benar2 terlambat. dan kita baru sadar, bahwa kasih sayang seperti yang mereka punya, tak akan pernah tergantikan.
ketika saya bertengkar dengan ibu saya, saya menyadari pertengkaran saya itu memang tidak penting hanya emosi sesaat, saya tetap saja enggan meminta maaf pada ibu saya walaupun saya telah menyesal dan berusaha memperbaiki hubungan saya dan ibu saya. Namun tetap saja, kata-kata maaf itu sungguh-sungguh sulit keluar.
Ketika saya berbuat kesalahan dengan ibu saya, saya sungguh-sungguh sulit meminta maaf. Walaupun setengah mati saya sudah sangat menyesal. Walaupun setengah mati saya sudah sesak karena menangis, tetap saja, kata-kata maaf itu sulit sekali keluar.

Begitu juga, saat saya menyadari bahwa saya sangat-sangat menyayangi ibu saya. Teringat saat beliau, terik hujan mati2an mengantarkan saya dan menjemput saya dari sekolah, ketika beliau setengah menahan rasa kesalnya pada saya ketika membangunkan saya, ketika dengan kesabaran yang hampir habis menasihati saya, ketika jatuh bangun merawat saya. Saya menyadari, sangat sadar, bahwa saya sangat ingin berterimakasih pada ibu saya, saya sangat ingin mengungkapkan rasa sayang saya pada beliau. Tapi…lagi2 seperti sebelumnya, sangat-sangat sulit keluar apa yang ingin saya katakan.

Dan yang terjadi akhirnya…
Hanya ada sesak di dada,hanya ada air mata, ketika harus meninggalkan rumah kembali ke tempat perantauan, tanpa kata-kata yang seharusnya diucapkan. Tanpa maaf tanpa cinta :’(

p.s: Untuk kata-kata yang belum sempat diucapkan, “buk…aku sayang banget sama ibuk. Buk, maaf ya…” :’(

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Last day

(08012011) -hari terakhir di rumah, anything gonna be changes?nothing!- Semalam saya memikirkan bagaimana kalau di hari terakhir besok saya membuat kroket dan puding coklat? Kemudian saya bingung, bagaimana kalau saya membuat pisang goreng isi coklat dan puding coklat saja? (mengingat saya tidak pernah bosan dengan yang namanya pisang)hehe Hmm…bingung,..bagaimana kalo ‘ lihat apa yg terjadi besok’? heh Taraaa…. Saya bangun kesiangan, hmm kebiasaan ngebo pas liburan, setelah sholat subuh saya tidur lagi, daaan baru bangun jam 9. Hehe..mau dapet apa jam 9 pergi ke pasar?andai saja rumah saya dekat dengan supermarket, saya bisa kapan saja pergi kesana tanpa harus bangun pagi2. Ahh, mengeluh saja. Lihat itu ibuk, apa pernah mengeluh, padahal tiap pagi harus ke pasar dan mengantarkan angga pergi sekolah. (1) Akhirnya saya memutuskan untuk membuat puding coklat dan pisang goreng isi coklat. Bahan2nya saya beli di minimarket dekat rumah. Puding coklatnya kemanisan,terlalu banyak sus...

lagi lagi, dibaca lagi...

aneh...mungkin.. jika aku dalam keadaan yg benar2 sadar, mungkin aneh luar biasa bukan berarti senang membaca sepenggal surat itu lagi.. bukan...bukan berarti rindu juga... tapi hanya ingin mengingatkan hati yang sebentarsebentar melambung.. bukan bermaksud juga untuk menyakiti hati.... hanya berharap kembali sadar.. sadar dengan apa yang sudah terjadi.. sadar dengan pedihnya luka yang pernah ada... hatiku, maafkan aku...lagi2 mengingatkanmmu akan hal yang tidak ingin kau ingat.. lagilagi mengingatkanmu pada luka yang pernah menganga.. lagilagi mengingatkanmu akan kesakitan yang pernah ada... bukan bermaksud menyakitimu...bukan...sekali lagi bukan... hanya tidak ingin kau jatuh lalu sakit lagi... karena engkau begitu baik, begitu mudah memaafkan begitu mudah tersentuh... sehingga... takut kalaukalau kau lupa pada yang dulu.. yang membuatmu terbenam.. yang membuatmu tenggelam... dan.. beruntunglah CahayaNya masih sampai padamu... hatihati ya Hati..